Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2015

Penanganan Pencegahan dan Penyakit Stroke

Pencegahan Stroke dan Penanganan pasien Penyakit Stroke secara khusus diberikan dengan jenis strokenya, yaitu stroke iskemik dan stroke perdarahan.
  • Stroke iskemik
Prinsip penatalaksanaan stroke iskemik adalah membatasi daerah yang mengalami infark dengan meningkatkan perfusi darah ke otak, mengobati penyakit yang menjadi penyebab stroke dan mencegah terjadinya udema otak. Dalam penatalaksanaan yang bersifat khusus ini, biasanya seorang dokter berupaya menyarankan beberapa terapi obat yang berperan. Obat-obat tersebut yaitu sebagai berikut :
- Obat antitrombolitik R-tPA dan urokinase yang diberikan secara intravena. Obat ini berfungsi untuk menghancurkan thrombus-thrombus di dalam pembuluh darah otak. Obat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya thrombus yang akan mempersempit lumen pembuluh darah.
- Obat antikoagulan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya gumpalan darah dan embolisasi thrombus, misalnya heparin, coumarin, dicomarol oral. Obat ini terutama diberikan pada penderita stroke yang mengalami kelainan jantung. Efek samping obat ini dapat terjadi trombositopenia yang dapat mengakibatkan perdarahan sehingga harus dilakuakn kontrol hitung jumlah trombosit setiap harinya.
- Obat yang berfungsi sebagai neuroproteksi atau melindungi organ otak yang bekerja menghambat masuknya kalsium yang berlebihan ke dalam sel otak.
- Antagonis glutamat yang bekerja mengikat glisin pada reseptor glutamat.
- Obat yang berfungsi untuk mencegah kerusakan membran sel otak.
  • Stroke perdarahan
Pencegahan Stroke - Pada penderita stroke perdarahan dilakukan terapi konservatif yaitu terapi obat dan bedah. Tujuan dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan, menghentikan dan mencegah perdarahan yang terjadi di pembuluh darah otak. Pembedahan dilakukan saat 24-48 jam pertama pada stadium 1 dan 2. Tindakan bedah akan ditunda jika terjadi vasospasme (pengerutan) pembuluh darah otak sebab tindakan bedah akan semakin memperparah kondisi pasien.
Terapi konservatif meliputi :
- Melakukan perawatan secara intensif
- Mempertahankan fungsi vital (pernapasan dan sirkulasi)
- Memberikan obat sedatif dan penghilang nyeri
- Bed rest atau tirang baring atau istirahat di tempat tidur
- Terapi udema otak
- Terapi antihipertensi
- Terapi defisit neurologis iskemik akibat vasospasme
- Antifibrinolisis dan
- Rehabilitasi
- Terapi bicara
- Fisioterapi
- Psikoterapi
Sekian artikel berikut mengenai Pencegahan Stroke dan Penyakit Stroke. anda bisa membaca artikel saya yang lain. Baca juga mengenai artikel Implan GigiDokter GigiRumah Sakit JakartaGraphic Design JakartaJual Home AudioImplan GigiRumah SakitPerumahan PekanbaruRumah Minimalis

Penanganan Pencegahan dan Penyakit Stroke

Pencegahan Stroke dan Penanganan pasien Penyakit Stroke secara khusus diberikan dengan jenis strokenya, yaitu stroke iskemik dan stroke perdarahan.
  • Stroke iskemik
Prinsip penatalaksanaan stroke iskemik adalah membatasi daerah yang mengalami infark dengan meningkatkan perfusi darah ke otak, mengobati penyakit yang menjadi penyebab stroke dan mencegah terjadinya udema otak. Dalam penatalaksanaan yang bersifat khusus ini, biasanya seorang dokter berupaya menyarankan beberapa terapi obat yang berperan. Obat-obat tersebut yaitu sebagai berikut :
- Obat antitrombolitik R-tPA dan urokinase yang diberikan secara intravena. Obat ini berfungsi untuk menghancurkan thrombus-thrombus di dalam pembuluh darah otak. Obat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya thrombus yang akan mempersempit lumen pembuluh darah.
- Obat antikoagulan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya gumpalan darah dan embolisasi thrombus, misalnya heparin, coumarin, dicomarol oral. Obat ini terutama diberikan pada penderita stroke yang mengalami kelainan jantung. Efek samping obat ini dapat terjadi trombositopenia yang dapat mengakibatkan perdarahan sehingga harus dilakuakn kontrol hitung jumlah trombosit setiap harinya.
- Obat yang berfungsi sebagai neuroproteksi atau melindungi organ otak yang bekerja menghambat masuknya kalsium yang berlebihan ke dalam sel otak.
- Antagonis glutamat yang bekerja mengikat glisin pada reseptor glutamat.
- Obat yang berfungsi untuk mencegah kerusakan membran sel otak.
  • Stroke perdarahan
Pencegahan Stroke - Pada penderita stroke perdarahan dilakukan terapi konservatif yaitu terapi obat dan bedah. Tujuan dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan, menghentikan dan mencegah perdarahan yang terjadi di pembuluh darah otak. Pembedahan dilakukan saat 24-48 jam pertama pada stadium 1 dan 2. Tindakan bedah akan ditunda jika terjadi vasospasme (pengerutan) pembuluh darah otak sebab tindakan bedah akan semakin memperparah kondisi pasien.
Terapi konservatif meliputi :
- Melakukan perawatan secara intensif
- Mempertahankan fungsi vital (pernapasan dan sirkulasi)
- Memberikan obat sedatif dan penghilang nyeri
- Bed rest atau tirang baring atau istirahat di tempat tidur
- Terapi udema otak
- Terapi antihipertensi
- Terapi defisit neurologis iskemik akibat vasospasme
- Antifibrinolisis dan
- Rehabilitasi
- Terapi bicara
- Fisioterapi
- Psikoterapi
Sekian artikel berikut mengenai Pencegahan Stroke dan Penyakit Stroke. anda bisa membaca artikel saya yang lain. Baca juga mengenai artikel Implan GigiDokter GigiRumah Sakit JakartaGraphic Design JakartaJual Home AudioImplan GigiRumah SakitPerumahan PekanbaruRumah Minimalis

Rabu, 04 Februari 2015

Cara Pencegahan Penyakit Stroke


Inilah Cara Pencegahan Penyakit Stroke – Stroke adalah jenis penyakit yang sudah cukup dikenal, khususnya di Indonesia. Penyakit ini tidak menular, namun jumlah penyebarannya terus meningkat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Republik Indonesia (Riskesdas RI) tahun 2007 jumlah penderita penyakit stroke sejumlah 8,3 per 1.000 penduduk. Bila dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2013 angka ini meningkat menjadi 12,1 per 1.000 penduduk.
Sesuai dengan komitmennya untuk selalu melindungi serta memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga Indonesia, pada kesempatan ini DR. dr. Jacub Pandelaki Sp.Rad (K) selaku Konsultan Radiologi Intervensi di Bethsaida Hospital mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenal penyakit stroke serta memperkenalkan teknik Cara Pencegahan Stroke terkini.
Stroke adalah jenis penyakit yang menyerang secara mendadak pada jaringan otak yang mengakibatkan timbulnya salah satu atau lebih dari beberapa gejala stroke seperti; sulit bicara, kelumpuhan anggota gerak badan separuh, gangguan menelan dan gangguan penglihatan. Sedangkan dalam beberapa kasus, penyakit stroke dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup atau kematian.
Penyakit Stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke berdarah (hemorargic) dan stroke sumbatan (iskemik). Penyebab stroke yang berdarah antara lain adalah lemahnya dinding pembuluh darah sehingga membentuk seperti balon (aneurisma) dan terdapatnya kelainan pembuluh darah akibat terjadinya aliran langsung dari arteri / pembuluh darah yang memberi makan ke dalam vena / pembuluh darah balik yang menuju jantung tanpa melalui jaringan otak, atau yang lebih dikenal dengan istilah medis AVM (artery venous malformation).
Sedangkan stroke sumbatan terjadi karena penyempitan pembuluh darah, gangguan pembekuan darah yang berlebih atau darah mudah beku dan sumbatan gumpalan darah beku/perkapuran yang tersangkut di pembuluh darah otak sehingga menyebabkan aliran darah ke jaringan otak terganggu.